Dihari perayaan bumi
Kami semua meluapkan rasa
Tentang amarah, canda tawa, kesakitan
dan segala hal yang memberatkan langkah
satu persatu dari kami
berusaha melepas penat yang ada
penghantar hari hari padat
bintang bertebaran
sinar lampu sorot yang menyilaukan pandangan
luapan teriakan dibumbui canda tawa
tak lupa tawamu
seakan menutup kami dari luka
seakan lupa esok hari luka belum sembuh
di malam itu seseorang sedang termakan oleh angannya
aku mencoba menghamburkan imajinasinya
lalu seseorang berkata
ambil saja ini untukmu
dingin seperti biasa
seakan lupa dulu sebuah asa
seseorang lain mengampiri ku
menatap ku dengan kerutannya
seseorang itu sedang bercerita
aku menyayanginya namun
kau tau akan bersambung kemana namun itu?
seseorang berikutnya terdiam
entah apa yang dipikirannya
melihat sang permaisuri
berdansa dengan kenangannya
hakikatnya bersama
namun terkadang ikatan menjadi sebuah amibiguitas mereka
seseorang lainnya sedang bersama
mendengarkan lantunan bait kata yang ada
seakan menjadi irama untuk berdua
tertawa hingga bersama menuju angkasa
hanya mereka
dimalam bumi ini diharikan
manusia manusia yang hidup didalamnya
punya rasa asa dan cerita yang berbeda-beda
aku, kamu, dan seseorang lainnya punya angan
hidup di bumi berselimutkan bahagia
entah dengan rasa asa maupun cerita apapun
hidup di bumi berlandaskan kebahagiaan
-selamat hari bumi-
-LLC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar