Langsung saja,aku tau tidak mungkin basa basi denganmu
Aku suka ketika kamu duduk menanti ku berdandan lama
Aku suka ketika kamu datang dengan rapih dan mengajakku pergi
Aku suka ketika kamu disampingku menghapus sedihku
Aku suka ketika kamu memandang ku dalam
Aku suka setiap langkah perhatianmu
Namun terkadang kesukaanku hanya menjadi harapan
Dikala kamu semakin lama terbenam dalam hari harimu
Aku cemburu melihatmu
Bukan bersama perempuan siapapun itu
Melainkan pada kamu yang semakin perhatian dengan dirimu sendiri
Bahkan hampir tak pernah lagi aku merasakan hadirmu yang perhatian
Mau mengelak lagi?
Semua tanya yang kamu berikan itu yang selalu kamu umbar sebagai perhatian?
Lupakanlah, mungkin kamu semakin bingung dengan yang ku maksud
Kamu yang umpat nya sipenyair kata kata,nyatanya tak mengerti arti kata dari sebuah ungkapan perasaan
Dan saat semua telah terurai, tak ada yang berubah
Seakan satu sama lain menjaga ego individu
Aku takut setelah ku berdadan lama aku tidak menemui seorangpun menungguku
Aku takut saat aku ingin pergi aku harus melangkahkan kakiku sendiri
Aku takut saat air mataku meluap, aku tak bisa berhenti bersedih
Aku takut
Jujur,aku tak bisa berkutik dengan ketakutanku
Aku mencoba menutupi ketakutanku
Berlagak menertawai sendiri agar tak satupun sadar aku sedang takut
Tapi aku tak bisa bohong,aku benar benar takut
Nyatanya aku sangat bergantung padamu
Nyatanya mungkin kamu lupa bahwa aku si penakut ulung
Nyatanya kamu menyerah denganku
Dan nyatanya ketakutan ku masih berlanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar